Jumat, 05 April 2013

Kodok Schrodinger Yang Optimis dan Ceria

Saya pernah mendengar sebuah pepatah cina, orang pesimis dan optimis dua-dua nya sama-sama penting. Yang Optimis membuat pesawat dan yang Pesimis membuat parasut nya.

Pertanyaannya adalah, Anda ingin jadi pencipta pesawat atau pembuat parasut?



Optimis : Aku pengen jadi 'pencipta pesawat'! Pencipta parasut penting karena bisa menyelamatkan orang, tapi yang lebih penting adalah menciptakan pesawat yang superior yang membuat parasutnya berdebu karena tidak pernah dipakai! (Focus on what's good, What's the lesson learned and Motivate themselves after hearing this)

Sinis : Halah, pesawat yang bikin ga cuma satu orang berooo! Buanyaaak! Lu tau nggak gaji engineer pesawat? Lu tau nggak 80% duit industri pesawat cuma buat inves di raw material dan teknologi! Jadi pencipta pesawat? IPK aja 3 ga tembus kamu! (Completely Missing Good Point, Focus on literal meaning, easily making fallacy, Demotivate others, Funny,  Majority loves his sarcasm)


Jadi orang sinis itu mudah. Tidak butuh usaha ekstra cukup sedikit (atau banyak) buruk sangka dan kecerdasan umum, anda sudah di posisi bawah, tinggal tarik kaki orang-orang yang sedang merangkak ke atas. Mereka jatuh, orang-orang lain berpikir anda lucu, humoris dan kritis. Memang ada sih orang sinis  mengkonversi kekuatan dan kecerdasannya untuk 'menguji'  orang lain. Trolling everybody hard. Tertawa dan senang dalam hati saat ada yang bilang 'kamu benar juga'.

Tapi jadi orang optimis juga tidak kalah mudah. Setiap mendengar kalimat bijak dia mencoba mengambil hikmahnya. Mudah terinspirasi dan etos kerjanya tinggi. Hidupnya penuh semangat dan tidak peduli apa yang sinis katakan. Kalau pun gagal ia jadikan pelajaran. Hari-harinya penuh kelelahan yang produktif.

Yang sulit adalah orang yang bingung / tidak yakin memilih yang mana.

Dia kebingungan, ingin sukses menjadi 'pencipta pesawat' tapi merasa nggak bisa. Dia pengen sukses tapi ragu-ragu harus apa karena kebiasaan si optimis itu berat. Dia pengen berhasil tapi takut kata-kata si sinis jadi kenyataan. Dia ingin maju tapi takut ditertawakan bala kurawa / teman-teman si sinis. 



Optimis : *senyum*
Sinis : *Ngelist orang-orang sinis yang sukses
Orang bingung : *bingung mau jadi sinis apa optimis
Pesimis : *Udah nyerah dari tadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar